Miliki Aset Senilai 69 Millyar
Simpan Pinjam Madu Sedana yang beralamat di jalan Batur Sari Sanur Kauh mengadakan upacara melaspas, mendem pedagingan, mecaru dan peresmian gedung baru, Rabu (22/4) di kantor setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara, Bendesa Adat Intaran, A.A. Kompyang Raka, Tokoh Adat Desa setempat serta pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara berkesempatan juga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian gedung koprasi Madu Sedana.
Ketua KSU Sidi, I Wayan Mudana ditemui disela-sela acara mengatakan, awal berdirinya koprasi ini pada tahun 1994 dimana pada saat ini di tahun 2015 sudah mempunyai 15 unit usaha, salah satunya adalah Koprasi Madu Sedana. Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini Madu Sedana memiliki aset total senilai Rp 69 Millyar dengan jumlah anggota 170 orang. Menurut Mudana program dari koprasi kedepannya adalah untuk meluaskan serta mengembangkan usaha dengan tujuan utamanya mensejahterakan seluruh angggotanya. Sebelumnya koprasi ini juga telah memiliki gedung pertemuan, namun ia selalu ingin berupaya lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta melakukan pelatihan kepada anggotanya. Disinggung tentang berapa dana pembangunan untuk bangunan koprasi berlantai 3 ini, Mudana menyebutkan menghabiskan dana total 2,5 Millyar. "Yang terpenting dalam hal menguasi pasar ataupun memenangkan pasar kami selalu mengingatkan kepada karyawan kami agar selalu meningkatkan serta menjaga kualitas dari pelayanan itu sendiri," kata Mudana. Selebihnya Mudana mengatakan, upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Geriya Kutat Sanur dengan sarana pecaruan gempong asu, panca sata lan bebangkit.
Sementara Wawali Jaya Negara menyambut baik setiap kegiatan yang dilakukan oleh koprasi, karena koprasi adalah tiang utama dari sistem perekonomian kita. Telah terbukti dalam masa krisis yang di alami Indonesia koprasi tetap eksis dan mampu menjaga stabilitas ekonomi anggotanya sehingga para anggota koprasi tidak merasakan adanya dampak krisis ekonomi tersebut. apalagi masa kini koprasi telah mampu memberikan jaminan kesejahteraan yang bersifat ekonomis sampai dengan kebutuhan spiritual. Bahkan koprasi telah mampu membiayai anggotanya sejak lahir sampai kematian.
Beranjak dari hal tersebut, pemerintahan Rai Mantra dan Jaya Negara terus berkomitmen untuk mengembangkan koprasi sebagai salah satu komponen utama dalam upaya mensejahterakan masyarakat Kota Denpasar. Hingga kini perkembangan keberadaan koprasi di Denpasar telah menjadi percontohan bagi perkembangan koprasi secara Nasioanl.
Denpasar, Bertepatan dengan budha umanis wuku dukut, Koprasi Serba Usaha Sidi Unit Usaha Otonom Simpan Pinjam Madu Sedana yang beralamat di jalan Batur Sari Sanur Kauh mengadakan upacara melaspas, mendem pedagingan, mecaru dan peresmian gedung baru, Rabu (22/4) di kantor setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara, Bendesa Adat Intaran, A.A. Kompyang Raka, Tokoh Adat Desa setempat serta pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara berkesempatan juga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian gedung koprasi Madu Sedana.
Ketua KSU Sidi, I Wayan Mudana ditemui disela-sela acara mengatakan, awal berdirinya koprasi ini pada tahun 1994 dimana pada saat ini di tahun 2015 sudah mempunyai 15 unit usaha, salah satunya adalah Koprasi Madu Sedana. Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini Madu Sedana memiliki aset total senilai Rp 69 Millyar dengan jumlah anggota 170 orang. Menurut Mudana program dari koprasi kedepannya adalah untuk meluaskan serta mengembangkan usaha dengan tujuan utamanya mensejahterakan seluruh angggotanya. Sebelumnya koprasi ini juga telah memiliki gedung pertemuan, namun ia selalu ingin berupaya lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta melakukan pelatihan kepada anggotanya. Disinggung tentang berapa dana pembangunan untuk bangunan koprasi berlantai 3 ini, Mudana menyebutkan menghabiskan dana total 2,5 Millyar. "Yang terpenting dalam hal menguasi pasar ataupun memenangkan pasar kami selalu mengingatkan kepada karyawan kami agar selalu meningkatkan serta menjaga kualitas dari pelayanan itu sendiri," kata Mudana. Selebihnya Mudana mengatakan, upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Geriya Kutat Sanur dengan sarana pecaruan gempong asu, panca sata lan bebangkit.
Sementara Wawali Jaya Negara menyambut baik setiap kegiatan yang dilakukan oleh koprasi, karena koprasi adalah tiang utama dari sistem perekonomian kita. Telah terbukti dalam masa krisis yang di alami Indonesia koprasi tetap eksis dan mampu menjaga stabilitas ekonomi anggotanya sehingga para anggota koprasi tidak merasakan adanya dampak krisis ekonomi tersebut. apalagi masa kini koprasi telah mampu memberikan jaminan kesejahteraan yang bersifat ekonomis sampai dengan kebutuhan spiritual. Bahkan koprasi telah mampu membiayai anggotanya sejak lahir sampai kematian.
Beranjak dari hal tersebut, pemerintahan Rai Mantra dan Jaya Negara terus berkomitmen untuk mengembangkan koprasi sebagai salah satu komponen utama dalam upaya mensejahterakan masyarakat Kota Denpasar. Hingga kini perkembangan keberadaan koprasi di Denpasar telah menjadi percontohan bagi perkembangan koprasi secara Nasioanl.