Seminar Nasional Koperasi Berwawasan Budaya Bangsa yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana akan menjadikan Koperasi di Denpasar sebagai persontohan ditingkat nasional. Denpasar mengangkat koperasi berwawasan budaya bangsa baru pertama kali dikenalkan dalam kinerja koperasi yang sangat sesuai dengan jati diri koperasi, asas koperasi dan prinsip koperasi. Dimana koperasi mampu mensejahtrakan anggota (masyarakat) dengan rasa kebersamaan dan kegotongroyongan. Dalam koperasi berwawasan budaya kental dengan kebersamaan dan kegotongroyongan mencapai kesejahtraan. Hal ini dikatakan Menteri Koperasi dan UKM RI, Drs. AAN Puspayoga saat membuka Seminar Nasional Koperasi Berwawasan Budaya Bangsa, Kamis (26/2) kemarin di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar. Seminar dihadiri Deputi Produksi Kementrian Koperasi dan UKM RI, Wayan Dipta sekaligus sebagai pemakalah, Deputi SDM Kementrian Koperasi dan UKM RI, Prakoso, Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hartini sekaligus sebagai pemakalah, Wakil Walikota Denpasar, Jaya Negara, Sekot Denpasar, Rai Iswara, Kadis Koperasi dan UKM Bali, Dewa Nyoman Patra, Kadis Koperasi dan UKM Denpasar, Erwin Suryadarma Sena, anggota DPRD Denpasar dan SKPD lainnya serta seluruh gerakan koperasi dan UKM se Kota Denpasar.
Menurut Puspayoga, koperasi berwawasan budaya sangat mengakar pada jati diri koperasi. Didalamnya ada unsur ekonomi, sosial, pelestarian lingkungan dan lainnya. Jadi koperasi bukan dikenas untuk kapitalisme, melainkan mengedepankan kebersamaan, sosial dan ekonomi. Dalam kinerja koperasi tidak semata-mata untuk meraup keuntingan tinggi, melainkan sebagian disisihkan untuk sosial ekonomi dan sangat mementingkan kesejkahtraan anggota. ''Contohnya, di Denpasar sudah banyak koperasi yang memberikan santunan atau bantuan langsung kepada anggota. Baik bantuan kesehatan, pendidikan dan sosial lainnya. Sampai pada alokasi bantuan pembangunan lingkungan serta kepentingan budaya lainnya. Artinya, koperasi tidak hanya mementingkan keuntungan tinggi, melainkan hasil usaha koperasi digunakan untuk mendukung agar anggotanya sejahtra,''kata Puspayoga mengakui sesuai Undang-Undang (UU) Perkoperasian, koperasi dibuat dan dikelola serta hasilnya untuk anggota. Itulah perbedaan koperasi dengan usaha sejenis lainnya. Maka itu, koperasi berwawasan budaya, sesuai UUD 1945 pasal 33 ayat 1, koperasi merupakan usaha bersama berasaskan kekeluargaan. Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Tak dapat diragukan, koperasi budaya gotongroyong. ''Hal ini tidak dapat dibantah lagi, koperasi bukan badan hukum ecek-ecekan lagi. Jika koperasi dikelola dengan benar badan usaha yang benar maka menjadi badan usaha yang besar. Seperti di negarta Singapura, banyak supermarket milik koperasi. Hampir 62 persen pasar ritil di Singapura dikuasai koperasi. Di negara tersebut koperasi lebih besar dari perusahan Carefour. Juga di Eropa, banyak perusahan Campina (susu dan lainnya) menjadi perusahan susu terbesar di Eropa itu milik koperasi. Koperasi dapat di bangun besar dan mampu bersaing dengan perusahan besar lainnya. Kalau nasional, ada di Jakarta KKB (Koperasi Karya Besar) mampu membeli barang pabrikan dengan harga murah. Kemudian disalurkan ke anggota dan masyarakat dengan harga lebih murah. Dibandingkan membeli ke distributor maka harga akan lebih mahal,'' jelasnya sambil menyebutkan di Bali belum ada holding koperasi, karena belum bersatu.
Sementara itu, Wakil Walikota I GN Jaya Negara mengatakan di Kota Denpasar terdapat 1056 koperasi dan sebanyak 970 koperasi yang masih aktif. Disamping sebagai badan usaha, juga banyak Koperasi di Denpasar melaksnakan kegiatan sosial, keagamaan dan adat budaya sehingga kami mencoba merancang suatu program kemitraan dan melaksanakan seminar koperasi berwawasan budaya Bangsa. Perkembangan koperasi di Kota Denpasar juga memiliki peran yang sangat besar dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Denpasar. “Hal ini tentu berimbas pada IPM Denpasar dengan capaian tertinggi di Bali,” katanya.
30 Januari 2026