Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Denpasar akan menjalin kerjasama dengan Diskop UKM Kota Makasar, Sulwesai Selatan guna mempromosikan sekaligus menjual hasil produksi yang dihasilkan usaha kecil menengah kedua daerah tersebut.
Kadis Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Minggu (4/9) kemarin mengatakan, kerjasama lewat penandatanganan MoU yang akan dibangun dengan Diskop UKM Kota Makasar itu guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimikiki masing-masing daerah. Selain mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat. “Kami bersama Kadiparda Wayan Gunawan dan Kadisperindag Wayan Gatra difasilitasi Kabag Kerjasama, Dewa Ariawan akan menjalin kerjasama saling menguntungkan antara Pemkot Denpasar dengan Pemkot Makasar,’’ kata Erwin Suryadarma.
Tujuan kerjasama kedua belah pihak itu, menurut Erwin Suryadarma, mensinergikan penyelenggaraan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar dan Makasar. Kerjasama ini juga memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing daerah sekaligus mendukung pembangunan perekonomian. Di mana ruang lingkup dari kerjasama tersebut meliputi bidang Koperasi dan UKM, pariwisata, kebudayaan, perdagangan, industri serta yang lainnya. “Kami sedang melakukan penjajagan dengan instansi terkait di Makasar. Khusus bidang Koperasi dan UKM setelah ditandatangani oleh Walikota Denpasar dengan Walikota Makasar akan dituangkan dalam PKS (perjajian kerja sama),’’ ujarnya.
Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengemukakan, setelah kerjasama kedua belah pihak ditandatangani, baru akan saling mengunjungi antara Dinas Koperasi UKM Kota Denpasar dengan Diskop UKM Makasar untuk mengetahui sejauhmana perkembangan masing-masing koperasi. Selain itu, menambah wawasan dan kemajuan koperasi. Sedangkan di bidang UKM akan ada temu kemitraan perajin Kota Denpasar dengan perajin di Kota Makasar. Sehingga akan terjadi kontak dagang yang tujuannya saling tukar menukar bahan baku dan tukar hasil produksi. Misalnya, hasil produksi perajin di Denpasar dijual di Makasar. Begiju juga bahan baku yang dimilki Makasar bisa dibeli perajin Denpasar. “Kita menjalin kerja sama ini untuk saling mempromosikan hasil produk kerajinan kedua belah pihak. Karena potensi pruduk kerajinan UKM yang dipamerkan di sana, seperti perak, endek dan hendicraf cukup diminati masyarakat Makasar,’’ ucap mantan Kadisosnaker Kota Denpasar ini.
Dia menaku, saat berkunjung ke Pemkot Makasar diterima Asisten II Setda Kota Makasar, H. A Gani Sirman sangat mengapreasi. Bahkan dia ingin mengetahui keunggulan-keunggulan produk UKM dan lainnya yang dimiliki Denpasar dan keunggulan Makasar bisa saling sharing. Karena Denpasar dengan Makasar sudah ada kontak dagang sejak abad ke 16. Hal ini dibuktikan banyaknya pedagang-pedagang dari Makasar terutama suku Bugis sudah lama tinggal, bahkan menetap di Kota Denpasar khsusnya. “Adanya pertemuan ini akan lebih meningkatkan silaturahmi kedua belah pihak,’’ papar Erwin Suryaradma.
Sementara Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, Dewa Ariawan mengatakan, penjajagan kerjasama dengan Pemkot Makasar tersebut saling mendukung maupun saling menguntungkan. Kerjsama yang akan dibangun ini bukan sebatas Koperasu UKM, kebudayaan, dan perdagangan, melainkan diperluas tentang tata ruang, pendidikan, ketahanan pangan maupun lingkungan hidup.
30 Januari 2026