Pemkot Realisasikan Kredit Tanpa Angunan
Komitmen Walikota Denpasar Drs. A.A. Puspayoga meningkatkan kesejahteraan rakyat Denpasar melalui Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terus dikembangkan. Guna membantu dan mengefesiensikan birokrasi dalam peminjaman modal di bank, Pemkot Denpasar sudah membentuk Sarana Penjaminan Kredit Daerah (SPKD) melalui kerjasama dengan BPD Bali dan Askrindo. Realisasi kredit tanpa angunan ini sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU antara Pemkot dengan BPD Bali dan Askrindo yang sudah dilaksanakan (26/2).
“Berbagai usaha yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui SPKD bertujuan mendorong koperasi dan UMK makin berkembang dan mandiri,” kata Wakil Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE., M.Si disela-sela realisasi perdana SPKD tersebut, Rabu (4/4) kemarin di BPD Bali kantor Cabang Utama Jl. Gajah Mada Denpasar.
Supaya program pinjaman tanpa agunan ini lebih dipahami oleh masyarakat, Rai Mantra meminta program ini disosialisasikan secara intensif. Termasuk, mengarahkan kegiatan sosialisasi itu ke pasar-pasar tradisional. “Sambutan positif dari pihak perbankan dan Askrindo dalam mendukung SPKD patut dijadikan langkah awal dalam mendorong kopersi dan UMK bisa lebih profesional dalam mengelola usahanya,” katanya dan menambahkan, pihaknya tengah mengkaji peningkatan dana jaminan dari Rp 1 milyar menjadi Rp 2 milyar.
Kepala Dinas Koperasi Kota Denpasar Drs. A.A.N. Rai Iswara, Msi. mengatakan, saat ini tercatat 30 koperasi dan UMK sudah mengajukan permohonan peminjaman modal melalui SPKD. Lima di antaranya langsung bisa dicairkan dananya hari ini. Kelima UMKM itu meliputi pengerajin pande besi “Kenken” (I Wayan Kanda Br. Jaba Jati Pemogan) dengan jumlah pinjaman Rp. 50 juta, pengerajin pande besi “Bima” (I Wayan Bima Wijaya/Pemogan, Rp. 50 juta), Pedagang Palen-Palen ( I Wayan Molog/Jl. Hayamwuruk, Rp. 30 juta), Penjahit Pakaian (Ni Suci Widanti/Jl. Citarum, Rp. 50 juta) dan Penjahit Baju Kaos “Detigor” (I Ketut Astana / Jl. Kedondong 17 Denpasar, Rp. 50 juta). Total realisasi dana yang dikucurkan untuk kelima debitor itu mencapai Rp. 230 juta.
Direktur Pemasaran BPD Bali I Gusti Putu Senensila, S.H. mengatakan, jaminan yang sudah dianggarkan Pemkot Denpasar sebesar 1 milyar. Sedangkan pihaknya akan merealasikan dana pinjaman sebesar 5 milyar. Apabila pelaksanaan awal ini berjalan lancar, pihaknya siap menambah dana pinjaman sebesar 10 milyar. Termasuk bunganya akan ditinjau kembali. “Bunga yang harus dibayar pihak debitor sebesar 14% per tahun atau 0,8 % tetap per bulan,” ujarnya.
Realisasi perdana SPKD ditandai dengan penyerahan kredit kepada lima UMK oleh Wawali Denpasar. Usai penyerahan dilakukan kunjungan ke konter pelayanan SPKD yang juga didampingi Kepala Cabang Utama BPD, I Gst. Sugiartha, SH, Gede Sumerta (BI) dan Eddy Koesdjono (Askrindo)