Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UKM Denpasar terus melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan. Tujuannya agar masyarakat mampu menjadi pengusaha dan dapat merekrut tenaga kerja serta mengentaskan kemiskinan. Maka itu, pengusaha ditantang mampu mengelola usaha profesional. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., yang didampingi Kabid UMKM, Ir, Ngakan Putu Widnyana, M.M., disela-sela Pelatihan Kewirausahaan yang diikuti 30 pelaku UMKM se Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari di ruang pertemuan kantor setempat.
Menurut Erwin Suryadarma, dengan kegiatan pelatihan ini para peserta UMKM se Denpasar ditantang untuk mampu mengelola usaha profesional. Karena pihaknya mengahdirkan narasumber yang sangat diharapkan dapat mentrasfer ilmunya kepada peserta. Sehingga nantinya para UMKM se Denpasar dapat mengelola usaha dengan baik. ''Jika para UMKM mampu mengelola usaha profesional yakin akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Juga mampu mengurangi pengangguran. Maka itu, pelatihan kewirausahaan bagi MUKM sangat penting dilaksanakan. Mengingat kondisi umum UMKM selain lemah dalam akses invovasi teknologi produksi, juga kurang mampu dalam mengakses modal. Serta pengelolaan masih kurang dalam pemasaran,'' katanya sambil menyebutkan agar UMKM tetap eksis dalam persaingan yang kian ketat, dituntut kreatif dan inovatif.
Ditambahkan, produk yang diproduksi agar memiliki nilai tambah dan berdaya saing. Sesuai kebutuhan pasar. Berkenaan dengan diselenggarakannya kegiatan Pelatihan Kewirausahan bagi UMKM ini sangat diharapkan para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Dan para narasumber dapat memberikan materi sesuai dengan kebutuhasn UMKM itu sendiri. Serta dapat dengan mudah dicerna dan dipahami. ''Kami sangat mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi kreatif kota denpasar 2016. UMKM diharapkan berperan dalam meningkatkan dan memperluas penyediaan lapangan pekerjkaaan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Juga mampu menigkatkan daya saing serta daya tahan ekonomi nasional. Melalui pengembangan iklim yang kondusif, dan pengembangan usaha seluas-luasnya. Sehingga mampu meningkatkan kedudukan dan peran potensi UMKM dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan,'' tegasnya.
Ngakan Widnyana menambahkan kegiatan ini membentuk sikap menal sebagai ciri wirausaha. Memiliki kemampuan menerapkan manajemen usaha yang handal. Handal dalam permodalan, pemasaaran, produksi dan kemampuan pengelolaan keuangan. Juga mudah beradaptasi sebagai pelaku usaha. tangguh dan mandiri.
''Kegiatan ini kami laksanakan selama lima hari dengan 30 orang pelaku industri non pertanian, pertanian dan perdagangan aneka usaha. Narasumber kami hadirkan dari Unud, pengusaha sukses, perbankan dan lainnya. Materi disesuaikan dengan kebutuhan para peserta. Seperti mengapa menjadi wirausaha? Aspek pasar, pembukuan sederhana, neraca rugi laba dan rasio keuangan, serta menyusun rencana bisnis,'' jelasnya.
Sementara itu, narasumber dari Indonesia YES, Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E.,M.M.Ak., akan memberikan materi yang sangat mudah diterima para peserta. Sehingga setelah mendapat pelatihan dapat diterapkan pada pengelolaan usaha masing-masing. ''Kami akan memberikan materi sesuai dengan level. Artinya sesuai dengan kebutuhan peserta. Yang jelas kami berkewajiban untuk memberikan apa yang diinginkan sehingga mampu memanajemen usahanya secara profesional,'' ujarnya sambil akan mengajak para peserta untuk merubah paradigma melakoni usaha dengan merubah pola pikir usaha. Sehingga menjadi pengusaha mesti siap, tangguh dan mandiri