Menu

PASAMAN BARAT BELAJAR KTA DI DENPASAR.

  • Selasa, 17 Juni 2008
  • 1817x Dilihat
Denpasar, Keberhasilan Pemkot Denpasar membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dalam bidang perkuatan permodalan dengan meluncurkan program KTA (Kredit Tanpa Agunan), ingin ditiru oleh Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatra Barat. Keinginan menerapkan KTA ini didaerah ujung Sumatra Barat disampaikan Ketua Komisi B DPRD Pasaman Barat Drs. Supriman saat berkunjung ke kantor Walikota Denpasar, Selasa (17/6). Kedatangan wakil rakyat dari Sumatra ini diterima oleh Kadis Koperasi dan UKM Kota Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, Msi. ”Kami sudah mendengar di media massa bahwa Kota Denpasar sangat berhasil membantu usaha kecil dan menengah dengan memberikan kredit tanpa agunan. Untuk itu kami perlu datang langsung kesini untuk menyerap ilmu dan masukan untuk kami terapkan di daerah kami,” kata Supriman. Menurut Supriman pihanknya sangat perlu belajar banyak tentang pengembangan ekonomi terutama pengembangan ekonomi kerakyatan. Pasaman Barat kata dia merupakan daerah baru hasil pemekaran Kabupaten Pasaman. Dengan jumlah penduduk sekitar 310 ribu jiwa sebagian besar mata pencahariannya adalah dibidang perkebunan dan pertanian. Jenis komoditi yang dikembangkan kata Supriman adalah kelapa sawit, karet dan kakao. Dengan luas wilayah yang hampir sama dengan wilayah pulau Bali pihaknya harus pintar-pintar mengelola sumber daya alam sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Saat ini banyak pelaku usaha kecil di Pasaman Barat masih kesulitan modal untuk mengembangkan usahanya, sehingga kalah saing dengan pengusaha besar, padahal para pengusaha kecil cukup banyak dan ini dapat menggairahkan perekonomian daerah kami yang berumur 4 tahun,” ujar Supriman. Sementara itu Kadis Koperasi dan UKM Kota Denpasar Drs. AA Rai Iswara memaparkan bahwa program KTA yang mulai diluncurkan tahun 2006 lalu makin diminati masyarakat. Dia mengatakan bahwa Pemkot Denpasar sudah menyediakan dana untuk KTA sebesar 76 M dan yang sudah terserap masyarakat sekitar 15 milyar rupiah lebih. ”Program ini akan terus kami kembangkan sehingga tujuan akhir untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat segera terwujud,” kata Rai Iswara. Bahkan menurutnya saat ini KTA sudah merambah luar negeri dengan memberikan bantuan dana kepada para pemuda yang ingin bekerja di kapal pesiar tetapi kesulitan biaya.