Menu

Mudahkan Penilaian Sehat KSP-USP Denpasar Berbasis "OnLine"

  • Selasa, 24 Mei 2016
  • 2018x Dilihat

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UKM Denpasar rutin melaksanakan penilaian kesehatan bagi koperasi. Khususnya Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam (KSP-USP). Selama ini penilaian dilaksanakan tim dan langsung turun kelapangan. Dalam satu tahun hanya mampu menilai sebanyak 150 KSP-USP. Namun, saat ini pemerintah bekerjasama dengan PT Telkom akan merangcang program penilaian berbasis "On Line". Sistem penilaian kesehatan koperasi ini di adopsi sistem penilaian kesehatan dari Kementrian Koperasi dan UKM RI. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., didampingi Kabid Binus, IGA Yoni, Senin (23/5) kemarin saat Sosialisasi Penilaian Kesehatan Koperasi Berbasis On Line di. Gedung Sewaka Dharma Lumintang. Kegiatan ini diikuti 150 koperasi se Denpasar.
Menurut Erwin Suryadarma pelayanan masyarkat berbasis IT ini sangat diharapkan. Sehingga cepat memberikan pelayanan dengan sistem On Line  sasarannya koperasi dapat  memberikan repot ke pada pemerintah. Kemudian memudahkan penilaian dengan cepat dan hasilnya valid. Kemudian dapat diakses dengan pada koperasi masing-masing berada pada posisinya.
''Seiring dengan program Smart City Pemkot Denpasar. Dimana semua SKPD dapat memberikan pelayanan langkah cepat kepada masyarakat,'' katanya sambil menyebutkan penilaian sistem online ini sesuai dengan Permenkop no, 15. Dan Koperasi Denpasar pertama di Indonesia dan akan dilounching pada tanggal 26 Mei 2016 mendatang.
Erwin menegaskan, nantinya jika sistem penilaian kesehatan koperasi dapat dilakukan Online maka jumlah koperasi yang akan dinilai tak terbatas. Artinya, semua koperasi dapat mengajukan untuk dinilai. Sistem online sangat memudahkan, karena hanya dengan IT sudah dapat dilakukan penilaian. ''Kami selama ini menilai koperasi sehat, kurang sehat, tidak sehat langsung kelapangan. Sehingga perlu waktu lama. Kalau sistem online penilaiannya dapat dilakukan dikantor. Dengan klik komputerisasi sudah langsung dapat diketahui konerja koperasi yang dinilai. Maka itu, pemerintah dapat menilai lebih banyak dari sebelumnya. Kemudian kedepannya kami akan menjajaki program cheking koperasi. Layaknya program BI (BI Cheking). Salah satu manfaatnya untuk mengecek anggota yang nakal (blacklist),'' jelasnya menegaskan manfaat sertifikat sehat bagi koperasi banyak sekali. Termasuk untuk rekomendasi jika ingin akses modal ke perbankan.
Sementara pemakalah sekaligus Jenderal Manager PT Telkom Wilayah Bali Selatan, I Gusti Bagus Ranuh memberikan penjelasan tatacara memasukan data pelaporan manajemen koperasi. Sehingga semua data masuk dan kemudian dapat dengan mudah dinilai oleh tim penilai kesehatan koperasi dari tempat. Data yang masuk dapat dijamin kerahasiannya. Karena no pin masing-masing hanya diketahui oleh koperasi bersangkutan dan tim penilai saja. Artinya, pelaporan dan data koperasi hanya dapat diakses oleh pemilik pin. ''Kami sudah download formulir sesuai Permenkop no 15 tentang penilaian kesehatan koperasi. Jadi koperasi yang masuk untuk dinilai tinggal mengisi formulir yang ada. Kami sudah buatkan lengkap, hanya nama-nama anggota yang belum dan segera akan ditambahkan,'' jelasnya.
Ranuh menambahkan dari data tersebut memahami jenis koperasi, penyebaran koperasi dimana saja dan hasil penilaian ada 5 (sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat). Form aplikasi data base pengimpunan sistem untuk data base, manajemen informasi, eksekutif  informasi sistem. Ajang validasi juga dapat dilakukan. Sedangkan akses online ini hanya untuk koperasi bersangkutan. Dan antar koperasi tidak dapat bebas diakses, kecuali tim penilai.
''Sarana yang perlu disiapkan oleh koperasi hanya jaringan internet. Bagi yang sudah punya dapat langung akses, bagi yang belum akan diberikan harga khusus. Dari harga normal diatas Rp 400 ribu, untuk koperasi di Denpasar hanya dikenakan biaya Rp 265 ribu,'' ujarnya.