Denpasar- Animo orang indonesia memiliki jiwa wirausaha sangat minim dari data word Bank bahwa minat orang indonesia menjadi wirausaha hanya 1,65 % ,seharusnya minimal 2 % dari jumlah penduduknya.Terkait dengan hal tersebut maka Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah gencar mengajak masyarakat Denpasar untuk menjadi entrepreneur atau wirausaha agar tumbuh menjadi wirausaha caranya dengan memberikan pelatihan dan pendidikan serta mengajak ikut seminar serta workshop. Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, I Nyoman Pujana, S.H., saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bagi UMKM Denpasar mewakili Kepala Dinas Koperasi danDenpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., Senin (26/10) kemarin di aula kantor setempat.
Menurut Pujana, semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat dipastikan memiliki jiwa usaha. Hanya saja perlu diberikan rangsangan dan dorongan agar lebih maksimal. Maka UKM perlu pasilitas diklat, workshop, seminar. Sehingga dalam keterlibatan kegiatan tersebut akan lebih terbuka dan mampu memanfaatkan agar usahanya lebih maju.
''Diklat kali ini kami sangat berharap agar tumbuh jiwa wirausaha lagi. Sehingga UKM dalam mengelola usaha sebelumnya akan bertambah berkembang lagi setelah ikut diklat,'' tegasnya.
Sementara itu, Kabid UKM, Ir. Ngakan Putu Widnyana, M.M., menegaskan diklat yang diberikan kepada 30 UKM se Denpasar selama lima hari ini bertujuan membentuk sikap mental sebagai ciri seorang wirausaha. Dalam kemampuan menerapkan manajemen usaha seperti permodalan, pemasaran, produksi. Dan kemampuan pengelolaan keuangan dengan cermat serta mudah beradaptasi dengan lingkungan usaha. Pengusaha diharapkan mampu membentuk jaringan usaha. Akhirnya mampu menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri.
''Kami juga melibatkan pembicara yang berpengalaman. Sehingga mudah mentransfer ilmunya ke peserta. Sebaliknya, peserta akan dengan gamblang menerapkan pada usahanya,'' jelasnya.
Sementara itu, salah seorang instruktur, Ir. Tutut Tutati yang makalahnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan produktivitas memberikan pemahaman agar para peserta mampu memahami usaha wirausaha. Banyak pelaku usaha yang kurang memahami kewirausahaan, sehingga dalam melakukan usaha tidak maksimal. Selain banyak UKM melakukan usaha sambilan, juga banyak masih berpendapat rejeki itu akan datang sendirinya. Sehingga dalam aktivitas usaha tidak dilakoni dengan usaha keras. ''Selain itu, umumnya pelaku usaha tidak memiliki rencana usaha. Menjalankan usaha dengan apa adanya, sehingga tidak ada usaha jelas dan keras. Maka biasanya UKM dalam aktivitasnya akan banyak menemukan kendala. Maka itu, kami yakin semua peserta disini berkeinginan usahanya maju. Kami akan berikan pemahaman agar mau kerja lebih fokus sampai mandiri,'' harap Tutut
01 Maret 2026