Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Denpasar, Untuk membangun jiwa kewirausahaan (interprener) itu merupakan tugas dari pemerintah bersama dengan LSM. Karena kewirausahaan dapat menggerakkan perekonomian dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka diklat kewirausahaan bagi pengusaha kecil dan menegah, Senin (30/7), di Hotel Puri Kedaton, Kecamatan Denpasar Timur. Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 30 Juli sampai 3 Agustus ini dikikuti 30 orang peserta Intraprener (pengusaha yang sudah melakukan kegiatan usaha) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan menengah Kota Denpasar.
“Prinsipnya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Kita Harus membentengi diri dengan mengingkatkan kemampuan kita,†ujar Rai Mantra. Mengingat perkembangan dunia saat ini begitu pesat, terlebih lagi saat diberlakukannya AFTA (Asia Free Trade Area) para pengusaha harus membentingi dirinya dengan meningkatkan kemampuan tambahnya. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dalam dunia usaha masalah yang klasik dihadapi pengungasaha adalah masalah permodalan. Namun Pemkot telah melakukan berbagai terobosan untuk mengatasi masalah permodalan, dengan memberikan bantuan tanpa anggunan bagi usaha kecil mikro dan menengah di Kota Denpasar. Dalam memberikan bantuan modal tanpa anggunan ini Pemkot telah bekerjasama dengan BPD Bali dan Askrindo. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mengharapkan melalui pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan usahanya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah, AA Rai Iswara mengatakan dalam dunia usaha ada tiga hal yang harus dimotivasi untuk memajukan usaha tersebut. Ketiga hal tersebut yakni permodalan, jaring pemasaran dan sumber daya manusia (SDM). Untuk masalah permodalan lanjut Rai Iswara Pemkot Denpasar telah memberikan modal tanpa anggunan dan dana begulir pada usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM). Diharapkan melalui dana bergulir dan modal tanpa anggunan ini dapat membantu UMKM Kota Denpasar untuk mengatasi masalah permodalan. Sementara untuk jaring pemasaran Dinas Koperasi Denpasar telah menandatangani MoU dengan Dinas Koperasi Bandung sebagai jembatan pemasaran barang-barang produksi UMKM Kota Denpasar. Disamping itu juga dengan mengadakan pameran barang-barang produksi UMKM Kota Denpasar seperti di Jakarta. Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan peningkatan SDM pengusaha UMKM dengan melakukan pelatihan seperti sekarang ini. â€Memang SDM pengusaha kecil masih lemah terutama dalam masalah manajemen dan administrasi. Mudahan-mudahan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan SDM para pengusaha mikro, kecil dan menengah Kota Denpasar,†ujar Rai Iswara.
Sementara Kasubdin Pendusaha Kecil dan Menegah (PKM) Dinas Koperasi Kota Denpasar, Ir. AA Istri Agung mengatakan pelatihan semacam ini untuk tahun ini telah dilaksanakan 2 kali untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dibidang, pertanian, non pertanian, sektor perdagangan dan aneka usaha. Mengingat jumlah UMKM binaan Dinas Koperasi cukup banyak (665 UMKM), pihaknya akan terus melaksanakan pelatihan semacam ini.