Menu

Melaspas dan Mecaru Resi Gana

  • Selasa, 27 Maret 2007
  • 1720x Dilihat
Komitmen Pemerintah dalam mengembangkan koperasi sebagai basis pemberdayaan ekonomi rakyat dinilai sudah tepat karena koperasi merupakan jenis usaha yang telah terbukti mampu bertahan disaat Negara mengalami krisis. Belum pernah ada data yang menyebutkan bahwa Negara dirugikan dalam sekala besar yang diakibatkan oleh kerugian koperasi, namun sebaliknya koperasi justeru memberikan andil besar dalam membantu meningkatkan ekonomi rakyat di saat Negara ini sedang terpuruk. Penegasan ini disampaikan Kadis Koperasi & UKM Kota Denpasar, Drs. A.A. Ngr. Rai Iswara, Msi, Selasa (27/3) ditemui disela-sela pemelaspasan kantor Koperasi Kota Denpasar Membangun koperasi lanjut Rai Iswara tidak harus dilihat dari kuantitasnya, namun harus dibarengi dengan kualitas sumber daya yang dapat mendukung koperasi.. Data dari Dinas Koperasi Kota Denpasar hingga saat ini menunjukkan ada 574 koperasi yang sebagian besar bergerak di simpan pinjam. Dalam menjalankan usaha simpan pinjam masih banyak ditemukan kendala yang menyebabkan tidak berkembangnya usaha koperasi sehingga kepercayaan masyarakat menjadi rendah yang berakibat pada tergantungnya permodalan . Untuk meminimalisasi kendala yang ada pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, diantaranya memberikan pelatihan pengelolaan koperasi untuk peningkatan kualitas SDM dan selalu menekankan agar setiap koperasi melakukan RAT sesuai mekanisme sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus. Selain itu dengan RAT tepat waktu akan berdampak pada kepercayaan anggota. Khusus untuk Sarana Penjamin Kridet Daerah (SPKD), Rai Iswara mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 25 Koperasi dan UMKM yang mengajukan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Sementara itu sebesar Rp. 2,8 milyard dana sudah digulirkan kepada 51 koperasi yang sudah disalurkan ke 700 UMKM. Walikota Denpasar, Drs. A.A. Puspayoga yang hadir didampingi Wawali Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, SE, Msi mengungkapkan dalam pengelolaan koperasi kerja sama dengan instansi terkait terutamanya dalam hal permodalan dan pemasaran produk agar terus diupayakan. Berinovasi dalam mengelola koperasi juga kunci sukses pengurus sebagai salah satu langkah yang mestinya dilakukan untuk bisa bersaing dengan usaha sejenis. “Pengurus juga selalu komitmen menjaga kepercayaan anggota agar tetap bisa eksis sebagai koperasi profesional,” ujar Puspayoga. Selain itu penghimpunan dana masyarakat sebagai salah satu usaha koperasi dalam memenuhi kebutuhan dana dititikberatkan pada dana murah. Puspayoga juga menekankan perlu diperhatikan perubahan pendapatan dan kemampuan tabungan masyarakat yang apabila mengalami penurunan dibutuhkan adanya perbaikan terutama sistem pelayanan pengurus kepada anggota, sehingga tetap membawa image baik. Usai melakukan persembahyangan bersama Walikota Denpasar yang juga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Binyang Puspayoga menyempatkan diri meninjau beberapa ruangan yang direnovasi tahun 2006 dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 300 juta. Pemelaspasan kantor Koperasi Kota Denpasar yang dipuput oleh Ida Peranda Gede Sunu Geriya Telabah Denpasar juga dihadiri anggota gerakan koperasi Kota Denpasar.

Berita Terpopuler