Menu

Kelola Koperasi Harus Profesional jangan asal asalan

  • Selasa, 03 November 2015
  • 6425x Dilihat

Prinsip-prinsip koperasi merupakan komponen jati diri sebagai perusahan yang berorientasi pada pengguna jasa melalui anggota. Koperasi memiliki peranan yang sangat penting dan strategis. Karena fungsinya sebagai badan usaha yang menaungi dan mempersatukan rakyat kecil melalui kelompok. Diantaranya  industri, orgainsasi, pemerintah dan non pemerintah dalam usaha menggerakan perekonomian.  Sekalligus sebagai tumpuan dalam meningkatkan kesejahtraan. Maka itu, koperasi harus dikelola secara profesional dan jangan asal asalan karena menyangkut nasib orang banyak khususnya anggota koperasi tersebut Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., didampingi Kabid Bina Lembaga Koperasi, I Gusti Ayu Parwati, S.H., Senin (2/11) kemarin di sela-sela Diklat Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi dan Sosialisasi Prinsip-Prinsip Perkoperasian yang diikuti 30 peserta gerakan koperasi se Denpasar di aula kantor setempat.
Menurut Erwin, pengelolaan koperasi secara profesional sangatlah penting. Terlebih dalam menghadapi persaingan globalisasi atau menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan iklim persaingan usaha yang semakin kompetitif merupakan tantangan bagi koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berbasis orang. Untuk menjalankan usahanya dengan baik dan efesien. ''Salah satu komponen pokok dalam upaya mempertahankan jati diri kopersi adalah berfunsginya peraanan anggota, pengurus dan pengawas sebagai pemilik, pemodal, serta pelanggan. Dimana karakteristik koperasi inilah merupakan perbedaan yang hakiki antara koperasi dengan badan usaha sejenis lainnya,'' katanya sambil menyebutkan prinsip-prinsip koperasi sebagaimana tercantum dalam UU No 25/92 tentang Perkoperasian. Beserta peraturan pelaksanaannya dimana bentuk pengelolaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela, transaparansi, demokratis serta pembagian hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha maupun simpanan dari masing-masing anggota.
Lebih lanjut dikatakan, bila dapat dijalankan dengan baik dan konsisten yakin koperasi akan tetap eksis dan berkembang. Ini sudah terbukti pada kondisi krisis moneter tahun 1997 - 1998 koperasi tetap eksis.  ''Perkembangan koperasi diDenpaar saat ini cukup menggembirakan. Dimana pengelolaan usaha koperasi sudah dilaksanakan secara produktif, efektif, efesien dan profesional. Artinya pengawas, pengurus, pengelola dan manager telah memiliki kemampuan mewujudkan pelayanan usaha untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota. Tetap mempertimbangkan perolehan SHU yang wajar. Maka pengawas, pengurus, manager dan anggota dituntut mampu lebih meningkatkan diri guna mampu bersaing dengan usaha sejnis lainnya. Maka itulah koperasi sebagai badan usaha tetap eksis dan surveis di tengah masyarakat,'' tegas Erwin.
Sementara itun, Parwati menjelaskan dalam diklat diisi oleh narasumber yang kompeten dibidangnya. Sedangkan materi yang diberikan, seperti nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi sebagai penjabaran jati diri sesuai UU No 25/92. Kemudian materi fungsi dan peran perangkat organisasi koperasi. Mekanisme pelaksanaan rapat anggota tahunan dan  pedoman umum akutansi koperasi. Juga tentang laporan keuangan koperasi, manajemen pengelolaan koperasi dan diskusi serta evaluasi.
''Tujuan diklat ini agar pengurus dan pengelola mampu menjalankan manajemen yang profesional sesuai dengan prinsip - prinsip dan jati diri koperasi. Dan lebih demokratis, transparansi, kerja keras,  gotong royong, kebersamaan dan akuntabilitas sesuai dengan UU No 25 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No 4 tahun 1994 serta aturan lainnya,'' jelasnya.
Narasumber, Dewa Bagus Putu Budha, S.E.,M.M., menerangkan dalam pengelolaan koperasi memang didukung sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Maka itu, pengurus, pengawas dan anggota perlu terus menerus diberikan diklat sesuai kebutuhan. ''Dalam mengelola koperasi tidak sulit. Asal paham dan mengerti manajemen standar. Kemudian, mau melakukan kerja keras dan transparan maka koperasi akan berkembang pesat. Pasalnya, koperasi akan didukung anggota dan masyarakat sebagai sasaran pasar,'' tandasnya

Berita Terpopuler