Menu

Diskop UKM Denpasar Sosialisasikan Koperasi Berwawasan Budaya

  • Kamis, 19 Mei 2016
  • 1358x Dilihat

Denpasar, Menyambut Hut Koperasi Ke-69 Tahun Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar telah menyiapkan berbagai agenda kegiatan yang melibatkan partisipasi seluruh anggota koperasi di Kota Denpasar. Dari kegiatan olahraga, hiburan, lingkungan hingga kegiatan sosialisasi dalam mempertajam langkah Koperasi Kota Denpasar menuju koperasi berwawasan budaya. “Sebelumnya kita telah menggelar seminar Koperasi Berwawasan Budaya di Kota Denpasar yang dibuka secara resmi Menteri Koperasi dan UKM A.A Ngurah Puspayoga pada peringatan Hut Kota Denpasar tahun lalu, yang tahun ini kembali kita terus pertajam lewat sosialisasi Koperasi Berwawasan Budaya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Erwin Surya Dharma Sena, Rabu (18/5) saat memimpin rapat persiapan sosialisasi Koperasi Berwawasan Budaya dan peringatan Hut Koperasi di kantor setempat.

Lebih lanjut dikatakan Koperasi Berwawasan Budaya tak terlepas dari visi dan misi Kota Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan yang sejalan dengan gerakan koperasi sebagai sebuah budaya gotong royong sebagai identitas Bangsa Indonesia. Kegiatan sosialisasi akan dilaksanakan pada 25 Mei mendatang dengan menghadirkan kelompok ahli Kota Denpasar yang memberikan pemahaman kepada gerakan koperasi secara rinci terkait kriteria-kriteria dan syarat koperasi berwawasan budaya. Sehingga dari pelaksanaan koperasi berwawasan budaya yang nantinya telah mampu dilaksanakan  gerakan koperasi di Kota Denpasar yang akan diberikan penghargaan kepada gerakan koperasi. Erwin menjelaskan ditengah tantangan globalisasi saat ini, konsep Koperasi Berwawaasan Budaya menjadi sebuah penguatan gerakan koperasi di Kota Denpasar yang mengedepankan asas gotong royong dalam berbagai geliat ritual adat dan budaya masyarakat Kota Denpasar.  Koperasi berwawasan budaya tidak terlepas dari sentuhan ekonomi yang secara kelembagaan koperasi harus jelas. Seperti kegiatan agama, kegiatan sosial, serta program pendampingan yang dapat memberikan kejelasan badan usaha dan badan hukum yang berimbas pada peningkatan omset, perluasan pasar, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Sebagai badan usaha gerakan koperasi di Denpasar telah melaksanakan penguatan sistem budaya gotong royong seperti melaksanakan kegiatan sosial, keagamaan dan adat budaya sehingga nantinya mampu melaksanakan program penguatan koperasi berwawasan budaya. Hal ini juga tak terlepas dalam menghadapi era ASEAN Free Trade Area (AFTA) lewat kompetensi manajer koperasi yang menjadi hal penting dalam kemajuan gerakan koperasi di Kota Denpasar. Sehingga Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendorong kompetensi dalam menghadapi persaingan ekonomi saat ini yang salah satunya lewat gerakan koperasi. “Koperasi harus mampu melakukan capaian-capaian lewat peningkatan inovasi yang tak terlepas dari konsep berwawasan budaya yang selalu mengikuti perkembangan zaman ditataran daerah maupun nasional,” ujarnya Erwin.