Denpasar, Tidak dapat dipungkiri, koperasi memiliki andil besar sebagai lokomotif dalam pemulihan ekonomi. Disisi lainnya gerakan koperasi masik terkendala klasik, seperti keterbastasan akses sumber modal, teknologi, pasar, informasi bisnis dan ketidaksiapan menghadapi era globalisasi. Berupa persaingan yang semakin tajam atas produk dalam dan luar negeri. Serta masuknya jaringan institusi bisnis international. Cara menghadapi situasi seperti ini pengelola koperasi mesti melakukan transormasi dan melakukan inovasi menuju perubahan. Perubahan transformasi dari keadaan yang sekarang menuju keadaan masa depan yang lebih baik. Untuk dapat melakukan perubahan semua pengelola koperasi mesti berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, kepuasan pelanggan/anggota koperasi. Dan menciptakan branding guna mewujudkan corporate image usaha koperasi. Dalam menciptakan perubahan mesti diperhatikan lingkungan sosial, ekonomi dan budaya. Sehingga perubahan dapat adaptif dalam gerak operasional koperasi. Maka kata kuncinya bahwa melakukan sinkronisasi, kemunikasi dan koordinasi dengan semua stakeholder. Maka tujuan menjadikan koperasi sebagai pusat pengembangan industri/ekonomi. Kreatif dapat terwujud. Hal ini disampaikan Pj. Walikota Denpasar, AA Gede Geriya dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Koperasi dan UKM Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si, Senin (19/10) kemarin dalam acara Diklat Manajemen Pengelolaan Koperasi dan KUD Kota Denpasar di Aula Kantor setempat. Hadir dalam pembukaan diklat, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Denpasar, I Dewa Bagus Putu Budha, S.E.,M.M., Kepala UPTD Bali, Widarti dan udangan SKPD se Denpasar.
Menurutnya, salah satu program pemerintah Denpasar memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sistem ekonomi kerakyatan. Mewujudkan secara bertahap kesejahtraan masyarakat. Tatanan implementasi harapan ini dapat terwujud secara peran serta pelaku dunia usaha. Salah satunya koperasi. Dalam berbagai dinamika perkembangan koperasi, kinerja pembangunan sosial dan ekonomi yang diwarnai oleh peranan dunia usaha. Maka mau tidak mau peran dan kedudukan koperasi dalam masyarakat akan sangat ditentukan oleh perannya dalam bisnis. Peran tersebut mendorong upaya strategis pengembangan usaha koperasi. Diantaranya mengembangkan kegiatan usaha dengan tetap mempertahankan palsafah dan prinsip koperasi. Lebih lanjut ditegaskan, sinergi kegiatan kopersi dengan pekayanan dunia usaha umum. Pengembangan aspek teknologi untuk mengatasi permasalahan teknis dalam usaha koperasi. Mengakomodasi usaha kecil membentuk koperasi dan pngembangan kerejasama usaha antar koperasi. Pola pikir tersebut menurut para pengelola koperasi agar memiliki kompetensi dan kreativitas dalam mengendalikan lembaga kopersi, pengelolaannya harus profesional , pengurusnya dituntut kreatif dan inovatif guna melahirkan terobosan dalam pengembangan usaha.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kabid Binus, I Gst. Agung Joni pengakui pelaksanaan diklat selama lima hari ini bertujuan memberikan pemahaman orientasi pengelolaan koperasi. Agar memiliki kreativitas dan inovasi tinggi. Selain itu juga agar mampu mengembangkan fungsi manajemen, konsep koperasi kreatif berwawasan budaya.
''Perserta sebanyak 30 (pengurus koperasi se Denpasar). Kemudian kami akan mengundang para pengamat/tokoh dan praktisi. Seperti narasumber, Ida Peranda Made Gunung memberikan pencerahan ethos kerja hindu sebagai spirit penumbuhan budaya inovasi pada koperasi. Pengamat ekonomi, Prof. Ramantha dalam makalahnya motivasi berprestasi menciptajan kepemimpinan entrepreneourialisme. Kemudian
Hengky Setiawan dari From Creathink membawakan makalah, menantang masa depan menuju koperasi kompetitif dengan grend design inovasi (perencana, pemasaran dan branding). Juga Deputi Produksi Kementrian Koperasi dan UKM RI, I Wayan Dipta dalam makalahnya kebijakan pengembangan perkoperasian dalam era persaingan global. Serta Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta akan membawakan makalah sekilas balik dan success story sebagai perintis, penggagas dan praktisi koperasi,'' jelasnya.