BERDAYAKAN UKM PEMKOT SALURKAN KREDIT MURAH
Setelah merealisasikan program Kredit Tanpa Agunan belum lama ini kepada para kepada pengusaha kecil dan menengah, kerjasama dengan BPD Bali, kini Pemkot Denpasar kembali meluncurkan program di bidang peningkatan ekonomi kerakyatan dengan menggandeng PT. BNI berupa Program Penyaluran Kredit Murah kepada sejumlah Usaha Kecil dan Menengah. Komitmen ini ditandai dengan penandatangan MoU antara Pemkot Denpasar yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi Drs. Rai Iswara, Msi. dengan BNI Cabang Denpasar yang diwakili oleh Pemimpin Sentra Kredit Kecil Drs. Nyoman Sudarya, MM, disaksikan Walikota Denpasar Drs. Puspayoga, Wakil Walikota IB Rai Darmawijaya Mantra,Wakil Ketua DPRD Wayan Wiranata dan Pimpinan BNI Wilayah Bali Bambang Marsudi, Senin (9/4) di Kantor Walikota.
Ditemui usai penandatanganan MoU Walikota Denpasar Drs. AA. Puspayoga mengatakan kerjasama ini dilakukan untuk semakin meningkatkan dan memperkuat para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memperkuat modalnya. Menurutnya yang melatar belakangi terwujudnya perjanjian kerja sama program kemitraan BUMN dengan usaha Kecil Menengah antara Pemkot Denpasar dengan PT. BNI Denpasar ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian yang menimpa sektor riil yang belum pulih. “Melihat kondisi ini kami harus melakukan sesuatu untuk perbaikan ekonomi masyarakat sehingga tidak semakin terpuruk, salah satunya adalah dengan kerjasama ini,” ujar Puspayoga. Dia menambahkan UKM memiliki peran yang sangat strategis karena hampir 90 persen pelaku usaha di Indonesia adalah kelompok usaha kecil dan menengah juga sektor Koperasi. “Disamping itu tenaga kerja yang terserap dalam sektor ini juga cukup besar dan merupakan instrumen pemberdayaan yang penting untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya. Ditambahkan perhatian Pemerintah pada sektor ini karena menunjukkan bahwa UKM mempunyai daya tahan yang lebih kuat dari usaha besar serta bisa masuk di semua sektor ekonomi dan mempunyai
daya serap tenaga kerja yang tinggi. Melihat hal ini Walikota Denpasar mengambil kebijakan sebagai komitmen keberpihakan kepada rakyat dengan mencanangkan program ekonomi kerakyatan.
Menurut Kadis Koperasi Kota Denpasar Drs. AA. Iswara, Msi. program pemberian fasilitas kredit murah ini kepada masyarakat khususnya usaha kecil dan menengah adalah berupa pemberian kredit kemitraan sebesar 5 juta-10 juta rupiah dengan bungan 6 persen pertahun, kredit 10-30 juta rupiah dengan bunga 8 persen pertahun dan kredit 30-50 juta rupiah dengan bunga 10 persen per tahun. Untuk realisasi perdana penyaluran kredit kemitraan BUMN antara Pemkot Denpasar dengan PT. BNI Denpasar adalah sebanyak 4 UKM yaitu Bali Alus, Ade Ita Bordir, Arsawan disign danWH. Shoes yang masing-masing menerima kredit sebesar 10 juta rupiah. Untuk memperkecil tingkat resiko kredit macet menurut Rai Iswara, disamping pemberian kredit murah, juga dilakukan pembinaan dan pendampingan terhadap UKM yang mendapat kredit kemitraan tersebut.