Menu

2 Menteri Akan Buka Seminar Nasinal Koperasi Berwawasan Budaya Bangsa

  • Selasa, 17 Februari 2015
  • 3942x Dilihat

Denpasar, Menyambut Hut 227 Pemkot Gelar Seminar Nasinal Koperasi Berwawasan Budaya Bangsa

Dua Menteri Siap Hadir.....

Seminar Koperasi Berwawasan Budaya yang akan digelar pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UKM dengan bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ Udayana ,tanggal 26 Februari 2015 nanti akan menggelar Seminar Nasional Koperasi Berwasan Budaya Bangsa .Menurut Rencana  akan dihadiri dua Menteri Negara RI. Diantaranya, rencana seminar ini akan dibuka Menteri Kebudayaan,  Pendidikan Dasar dan Menengah,
Dr. Anies Rasyid  Baswedan, Ph.D., dan Menteri Koperasi dan UKM RI, AAN Puspayoga menjadi Kyenot Speacker. Hal ini dikatakan  Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.M,. Senin (16/2)kemarin di Denpasar
Menurut Erwin,
Dua mentri tersebut sudah siap akan datang saat seminar nanti. Dengan kehadiran dua menteri tersebut, topik Seminar Koperasi Berwawasan  Budaya agar menjadi isu nasional. Karena hanya Kota Denpasar yang pertama membudayakan koperasi. ''Sesuai rencana Menteri Koperasi dan UKM Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga akan membawakan topik "Kebijakan Dasar Pengembangan Koperasi Berwawasan Budaya Bangsa Menuju Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan yang Adil, Makmur dan Sejahtera. Kemudian
Menteri,  Dr.Anies Rasyid  Baswedan,Ph.D., dengan topik Kebudayaan dan Peradaban Ekonomi Masa Depan. Sedangkan narasumber lainnya, Ir. I Wayan Dipta. Msc., Deputi II Kementerian Koperasi dan UKM dan narasumber
Prof.Kacung Marijan.Ph.D., Dirjen Kebudayaan Kementrian Kebudyaan  Pendidikan Dasar dan Menengah dengan topik konstruksi model koperasi berwawasan budaya bangsa dan pentingnya aplikasi revolusi mental,'' kata Erwin sambil menyebutkan yang akan dilibatkan dalam seminar ini semua gerakan koperasi se Denpasar, pelaku usaha kecil dan menengah se Denpasar, SKPD Kota Denpasar dan undangan lainnya.
Denpasar kini bangkit sebagai kota koperasi. Dengan berbagai contoh koperasi unggul dalam pemenuhan berbagai basic-need para anggota yang mencakup kinerja nyata berupa penyaluran bantuan kelahiran, perkawinan, kematian, pendidikan, kesehatan, lansia, sampai beasiswa. Sinergi koperasi dengan lembaga banjar kearifan lokal dan kearifan ekonomi mampu berbuah manis. Sehingga Denpasar berpotensi mengembangkan Holding Koperasi.
Lebih lanjut Erwin mengakui koperasi berwawasan budaya yang sedang dirancang pemerintah Kota Denpasar merupakan satu-satunya ide dan rancangan di Indonesia. Manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat selaku anggota. Disamping itu, atas wawasan budaya ini koperasi dapat berbuat untuk kearifan local (local genius). Bukan hanya semata-mata lembaga koperasi yang dioperasikan pengurus atau pengelolanya untuk mendapatkan keuntungan finance besar. Jauh lebih merapatkan program kerja ke lingkungan sekitarnya. Terutama kepada kepentingan anggotanya, terutama dalam lingkungan sosial, kesehatan, pendidikan dan keagamaan.
''Seperti arahan Walikota Denpasar, seiring dengan program Kota Denpasar Berwawasan Budaya, akan sangat tepat koperasi juga mesti berwawasan budaya. Program pemerintah akan nyambung, sehingga yang akan mendapat manfaatnya adalah masyarakat. Berbagai kegiatan yang menyentuk budaya, sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik. Sangat mudah jika koperasi ingin menjalankannya, dengan kepedulian terhadap kepentingan anggota dan lingkungan sehingga anggota akan lebih sejahtra. Misalkan, anggota sakit, koperasi akan memberikan santunan kesehatan, apabila ada anggota yang meninggal juga dapat dibantu melalui santunan kematian. Sama halnya dengan upacara, koperasi akan memberikan bantuannya kepada anggota untuk biaya upacara. Tujuannya dapat meringankan beban anggota, sehingga anggota semakin sejahtra,'' tandas Erwin Suryadarma