Menu

UKM DENPASAR KEKURANGAN BAHAN BAKU

  • Selasa, 16 Juni 2009
  • 1164x Dilihat
UKM DENPASAR KEKURANGAN BAHAN BAKU
Denpasar, Meningkatnya permintaan hasil produksi di beberapa usaha kecil menengah (UKM) berdampak pada kekurangan bahan baku guna memenuhi permintaan pasar. Untuk mengantisipasi penyediaan bahan baku dibeberapa UKM Pemkot melalui Dinas Koperasi UKM memfasilitasi dengan melakukan kerja sama dengan pengusaha di Kabupaten Lombok NTB. Demikian disampaikan, I Made Susanta, Plt Kadis Koperasi UKM Kota Denpasar ditemui usai diterima Sekkot, A.A.Ngr. Rai Iswara, Selasa (16/6). Langkah awal pihaknya akan mengajak sebanyak 25 UKM melakukan kunjungan guna melakukan kerja sama dengan pengusaha penyedia bahan baku di Kabupaten Lombok NTB. Berdasarkan data riil dilapangan beberapa bahan baku yang masih kekurangan bagi UKM Denpasar diantaranya bahan baku kulit, tanduk dan kayu untuk kerajinan, manik-manik (mutiara) untuk aksesories. “Kita akan lakukan kerja sama langsung dengan penyedia bahan baku, sehingga harganya terjangkau,” jelas Susanta didampingi Kabid UKM, Ngakan Putu Widnyana. Ngakan Widnyana menjelaskan selama ini pihaknya sudah melakukan pembinaan secara rutin bagi para UKM. Selain masalah pemasaran menjadi kendala pengerajin Denpasar hingga saat ini masih kekurangan bahan baku. Mengingat sangat mendesaknya kebutuhan bahan baku bagi UKM diharapkan melalui kunjungan selama tiga hari dari 17 – 19 ini dapat meminimalisasi kekurangan bahan baku bagi pengusaha Denpasar. Selebihnya kerja sama dengan pengusaha Lombok, pengerajin Denpasar dapat meningkatkan kualitas produk dan permintaan pasar semakin meningkat. Sekkot Rai Iswara menyambut baik langkah strategis Dinas Koperasi UKM dalam menfasilitasi kebutuhan para pengerajin Denpasar. Kerja sama langsung dengan penyedia bahan baku di Lombok ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkot mempercepat pembangunan di bidang ekonomi kerakyatan. Menurut Rai Iswara pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis budaya local Pemkot senantiasa mendorong dan mengembangkan potensi perekonomian secara maksimal. Lanjut Rai Iswara mantan Kadis Koperasi UKM ini upaya memfasilitasi penyediaan bahan baku bagi pengusaha sebagai langkah memberikan ruang bagi UKM dapat berkembang. “Jangan sampai kekurangan bahan baku bagi pengerajin Denpasar menghambat produksi,” kata Rai Iswara sambil mengharapkan agar para pengerajin Denpasar tidak melupakan peningkatan kualitas produksi sehingga UKM dapat eksis dan memiliki daya saing terhadap produk-produk sejenis di pasaran.