RAI MANTRA DUKUNG LOMBA GEGURITAN
Denpasar, Serangkaian HUT Kota Denpasar Ke-17 diharapkan menjadi milik masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah untuk merayakannya. Untuk itu kegiatan lomba geguritan yang dilakukan gerakan koperasi dan UMKM salah satu wujud nyata partisipasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima panitia lomba geguritan yang dipimpin oleh Kadis Koperasi dan UKM, AA Ngurah Rai Iswara di ruang kerjanya, Kamis (5/2).
“Hut sekarang ini harus melibatkan seluruh masyarakat, sehingga perayaan HUT manjadi milik masyarkat Kota Denpasar,†ujar Rai Mantra. Namun Rai Mantra menekankan dalam melaksanakan berbagai kegiatan tetap tetap berpegangan pada visi Kota Denpasar yang berwawasan budaya. Sementara Ketua Panitia Lomba I Wayan Sana mengatakan dalam memerihkan HUT Kota Denpasar, koperasi dan UMKM se-kota Denpasar turut berpartisipasi dengan melaksanakan lomba geguritan. Dipilihnya lomba geguritan menurut Sana karena melalui lomba ini para peserta bisa mendapatkan petuah-petuah tentang makna kehidupan yang bisa diterapkan dalam menjalankan koperasi. Menurut Sana lomba ini akan dilaksanakan 20 – 22 Pebruari di lapangan Puputan Badung. Sampai saat ini peserta yang sudah mendaftar sebanyak 35 peserta pa/pi.
Sekretaris Dinas Koperasi UKM, Made Susanta menyambut positif langkah inovasi dari gerakan koperasi UKM dalam menghilangkan kejenuhan rutinitas kerja dalam meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi UKM, sekaligus kegiatan ini sebagai bentuk pengejawantahan harapan Bapak Wali, dimana dalam perayaan HUT Kota Denpasar diharapkan peran serta masyarakat. Melalui lomba geguritan ini menunjukkan jajaran koperasi UKM di Denpasar khususnya tidak hanya mampu bergelut dibidang ekonomi kreatif, peningkatan SHU dan hanya mencari keuntungan semata namun juga berupaya mengimbangi diri dengan spirit religius. Spirit religius melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh gerakan koperasi UKM diharapkan mampu membentengi moralitas. “Gerakan koperasi UKM semestinya memang mampu dan berusaha memotivasi diri lewat spirit religius,†ujar Susanta.
Sementara Ketua Kelompok Bersama Tuna Netra Dharma Bhakti, Ketut Masir mengatakan siap bersaing dalam lomba geguritan yang akan dilaksanakan oleh kelompok koperasi dan UMKM se-kota Denpasar. “Bila diijinkan bahkan para penyandang cacat lainnya ingin turut serta memeriahkan lomba geguritan ini,†ujar Masir. Untuk lomba ini pihaknya mengaku akan mengirim 10 orang.