Menu

PEMKOT DENPASAR KUCURKAN RP 76 M KREDIT TANPA AGUNAN

  • Rabu, 28 November 2007
  • 915x Dilihat
PEMKOT DENPASAR KUCURKAN RP 76 M KREDIT TANPA AGUNAN
Denpasar, Komitmen Pemkot Denpasar meningkatkan ekonomi kerakyatan ditunjukkan dengan memperluas akses permodalan bagi para pengusaha kecil menengah (UKM) melalui pemberian kredit tanpa agunan (KTA). Setelah mengucurkan KTA dalam dua tahap senilai Rp 26 milyar, Pemkot Denpasar kembali menambah jumlah kredit sebanyak Rp 50 M. ”Sampai tahap ketiga ini nilai kredit yang dikucurkan mencapai Rp. 76 M,” jelas Walikota Denpasar Drs Puspayoga didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah (Diskop PKM) Drs AAN Rai Iswara, M.Si di Kantor Walikota Denpasar Rabu (28/11) pagi. Pinjaman kepada kalangan pengusaha kecil menengah ini disalurkan melalui Sarana Penjamin Kredit Daerah (SPKD) bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Ditambahkannya bahwa penyaluran dana ini sebagai upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan permodalan. ”Selama ini pengusaha kecil menengah seringkali mengalami kesulitan dalam akses permodalan untuk mengembangkan usahanya karena ketiadaan agunan dan prosedur kredit yang rumit dan panjang,” jelas Walikota Puspayoga. Kredit yang diluncurkan pemkot ini menurutnya tepat sasaran karena memangkas birokrasi serta tidak mensyaratkan agunan. Meski demikian kajian kepatutan tetap dilakukan sehingga meminimalkan resiko. Walikota Denpasar juga meminta Tim Ekonomi Kerakyatan untuk turun ke lapangan memberikan bimbingan dan pembinaan. “Bimbingan sangat penting agar kredit yang disalurkan dapat dipergunakan sebaik-baiknya bagi pengembangan usaha sehingga tujuan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat tercapai,”ujar Walikota Puspayoga. Bahkan pihaknya meminta camat dan kepala desa/lurah untuk turut memantau pelaku usaha penerima kredit tanpa agunan ini. Kepala Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar (Kadiskop PKM), Drs. AAN Rai Iswara, M.Si menyatakan sampai Nopember 2007 sudah terrealisasi kredit sebesar Rp. 16 M untuk 200 pengusaha. ”Sebanyak 300 pengusaha masih dalam proses kajian kepatutan,” jelas Rai Iswara. Pihaknya berharap pemohon kredit bisa bersabar mengingat pemberian kredit tetap dilakukan kajian kepatutan dan tingginya animo masyarakat sehingga memperpanjang daftar antrian. ”Sampai saat ini belum ada laporan kredit macet dalam skema SPKD ini,” jelasnya. Hal ini menunjukkan tanggung jawab yang tinggi dari para debitor. Lancarnya pengembalian juga melandasi segera dicairkannya kredit tanpa agunan tahap berikutnya. “Sesuai komitmen pemerintah, jika tahap pertama dan kedua lancar maka tahap berikutnya segera dicairkan,” jelasnya. Salah seorang pedagang Pasar Kumbasari penerima KTA, I Nyoman Genep mengaku gembira dengan kredit yang diterimanya. Bantuan modal ini menjadi berarti karena sebagian besar modal usahanya ludes saat kebakaran yang menimpa pasar terbesar di Bali itu. “Syukur kami bisa mendapat kredit dengan mudah dan tanpa agunan, sehingga bisa berjualan kembali,” tegasnya. Kegembiraan yang sama juga diungkapkan pengerajin Putu Sukita. “Permintaan pasar yang meningkat menuntut penambahaan modal,” jelasnya. Karena keterbatasan agunan yang dimiliki, pengusaha di bilangan jalan nangka ini sempat pesimis akan mendapatkan kredit. Setelah realisasi kredit tanpa agunan diperolehnya, semangat untuk mengembangkan usaha semakin meningkat. “Kami berterima kasih atas fasilitas kredit yang begitu mudah dan cepat ini,” jelasnya.