MAMPU ANGKAT PEREKONOMIAN, KOPERASI BERKEMBANG PESAT DI DENPASAR
Denpasar, Dalam kurun waktu dua tahun terakhir jumlah Koperasi di Denpasar berkembang dengan pesat. Pesatnya perkembangan Koperasi di Denpasar tidak terlepas dari keberhasilan Gerakan Koperasi ini dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Pada tahun 2006 jumlah Koperasi di Denpasar 521, kemudian tahun 2007 bertambah menjadi 571 dan sampai akhir bulan Agustus 2008 jumlahnya mencapai 634. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan PKM Kota Denpasar Drs. AA. Rai Iswara, Msi ketika ditemui disela-sela Diklat Jatidiri Koperasi di Hotel Puri Kedaton, Senin (8/9).
Menurutnya Keberadaan koperasi saat ini dirasakan sangat membantu perekonomian masyarakat baik dalam bidang permodalan maupun dalam kebutuhan sembako sehari-hari, untuk dituntut pengolola koperasi selalu mengembangkan sikap profesionalisme serta mengikuti perkembangan trend kemajuan teknologi dewasa ini. Dia menambahkan bahwa tantangan kedepan yang dihadapi oleh gerakan koperasi adalah peningkatan SDM karena akan bersaing dengan lembaga sejenis seperti LPD, BPR dan Bangk Umum lainya, namun mantan Kadis Sosial Pemkot Denpasar ini mengingatkan agar Koperasi tetap mempertahankan karakter Koperasi yang menjadi roh dari koperasi itu sendiri yakni sifat kegotong-royongan dan kekeluargaan.†Koperasi yang menjadi soko guru perekonomian rakyat juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Denpasar,†katanya.
Untuk tujuan tersebut kata dia, pihak pemkot Denpasar terus mendorong perkembangan Koperasi dengan memberikan bantuan kepada Koperasi seperti bantuan permodalan, peningkatan kualitas pengurus melalui diklat serta memberikan bantuan dalam pengusasan teknologi IT. Sampai saat ini pihaknya sudah memberikan 29 komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet kepada koperasi di Denpasar.
Sementara itu Wakil Walikota IB. Rai Darmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Koperasi dan PKM Kota Denpasar Drs. AA. Rai Iswara meminta agar pengelolaan usaha koperasi dilakukan secara produktif, efektif dan efisien dalam arti koperasi harus memiliki kemampuan dalam mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat bagi anggota dan masyarakat sekitarnya.
Selebihnya dia menekankan agar para pengurus dan pengelola koperasi mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya seperti Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta dalam menjalankan usaha disegala bidang. â€Sebagai pelaku ekonomi koperasi harus mampu berinteraksi dan memanfaatkan lembaga-lembaga pendukung dan infrastruktur ekonomi lainnya untuk kemajuan koperasi dan anggota. Karena sebagai lembaga ekonomi koperasi juga harus mampu mengakses sumber-sumber modal baik dari yang dihimpun dari anggota maupun dari luar sehingga koperasi benar dari eksis dan survive,†pungkasnya.