Menu

KTA MENYENTUH KEPENTINGAN MASYARAKAT

  • Selasa, 09 Oktober 2007
  • 918x Dilihat
KTA MENYENTUH KEPENTINGAN MASYARAKAT
Denpasar, Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang digulirkan melalui SPKD oleh Pemerintah Kota Denpasar agar benar-benar menyentuh dan memberikan manfaat kepada pengusaha kecil. Demikian harapan Wakil Walikota Denpasar IB. Rai Mantra saat mengadakan evaluasi KTA dengan BPD Bali, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) cabang Denpasar dan Instansi terkait beberapa hari lalu. Setelah Kredit tersebut cair untuk meminimalkan resiko Wakil Walikota minta kepada Tim Ekonomi kerakyatan untuk turun kelapangan memberikan bimbingan dan pembinaan “Bimbingan ini sangat penting, agar kredit yang diberikan tidak macet karena salah sasaran dan masing–masing SKPD agar membuat program kegiatan pembinaan“ ujarnya. Dan juga Wawali meminta kepada para Camat dan Kepala Desa ikut memantau pelaku usaha yang telah mendapatkan KTA. Bak gayung bersambut, harapan masyarakat Denpasar dan juga Walikota Denpasar, Drs. A.A. Puspayoga mengharapkan adanya efektifitas dalam pelayanan pemberian kredit melalui SPKD diwujudkan pihak BPD. Sebagai bank yang memiliki komitmen membantu pengusaha kecil Denpasar tentu berupaya memberikan pelayanan bukan saja menyalurkan kredit, tapi memberlakukan debitur sebagai “raja” khususnya dalam memberikan pelayanan cepat, tepat dan efektif. “Debitur diberikan pelayanan prima dengan satu syarat harus sesuai presedur,” ungkap Kepala Cabang Utama BPD Denpasar, I Gst. Sugiartha, SH. Sesuai komitmen awal kita saat peluncuran SPKD, dimana pihaknya menjanjikan apabila tahap awal pelaksanaan SPKD berjalan lancar, disatu sisi Pemkot Denpasar juga akan menambah dana jaminan minimal lagi 1 milyar, sehingga masyarakat benar-benar bisa meningkatkan hasil produksinya demi kesejahteraan. “Tentu tambahan dana jaminan ini akan kita lihat dalam perkembangan selanjutnya.” Selain itu secara kontinyu terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dipahami tentang SPKD. Adanya kepastian tentang tambahan jaminan dari Pemkot Denpasar tentu merupakan kewajiban pihak BPD Bali juga menambah dana yang bisa digulirkan untuk warga Denpasar. I Gusti Putu Sugiarta SH mengungkapkan KTA ini mendapat sambutan luar biasa dan pihaknya mengaku kewalahan untuk melayani permohonan dari masyarakat. Menurut evaluasi yang dilakukan dimana ketaatan dari peminjam kredit tanpa agunan ini cukup baik dan lancar “ Sejak bulan april, kredit yang dicairkan belum ada peminjam yang menunggak alias tidak membayar dengan tingkat resiko pengembalian kredit sebesar 0,25 persen “ katanya. Dan dari kredit yang dicairkan lebih banyak didominasi pada sektor perdagangan. Pihaknya meminta yang dibantu tidak hanya untuk para pedagang saja tapi untuk sektor pertanian dan peternakan juga perlu mendapat perhatian. Terhadap hal tersebut Wakil Walikota sangat menyambut baik, pihaknya sangat setuju bila kredit yang diberikan pada bidang yang lain “Seolah–olah kredit ini hanya untuk UKM usaha dagang saja, tapi sebenarnya usaha lainpun berhak untuk mendapatkan. Adanya ketaatan debitur melaksanakan kewajiban tentu menjadi nilai plus tersendiri, sehingga pihak bank lebih yakin dalam mengucurkan dana bagi pengusaha kecil. Dilain pihak, Rai Mantra didampingi Kadis Koperasi PK dan M Kota Denpasar juga sangat mengharapkan para pengusaha kecil yang tergabung dalam koperasii-koperasi yang ada di Denpasar perlu melakukan sinergi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi. “Melalui sinergi antar anggota koperasi diharapkan dapat saling bekerjasama dalam menuntaskan permasalahan yang umum dihadapi gerakan koperasi”, ujar Rai Mantra. Lebih jauh Rai Mantra menyatakan bahwa permasalahan umum yang menimpa gerakan koperasi adalah permodalan, sumber daya manusia (SDM) dan jejaring pemasaran. Untuk mengatasinya diharapkan gerakan koperasi dapat saling bekerjasama untuk meningkatkan kapasitasnya. Rai Iswara menambahkan bahwa kerjasama menyangkut transfer teknologi, manajemen SDM dan pengelolaan keuangan serta kerjasama permodalan. Menurutnya Pemkot Denpasar telah menggelontor dana bantuan Rp. 2,8 Milyard bagi 51 koperasi untuk disalurkan ke 700-an UMKM, selain kredit melalui KTA. Dengan penambahan modal kerja ini diharapkan kesehatan koperasi akan meningkat. “Selain itu kita juga sudah menjajagi kerjasama dengan berbagai instansi seperti BUMN untuk membantu permodalan koperasi,” jelas Rai Iswara. Pihaknya berharap sinergi antar koperasi bisa dilaksanakan oleh koperasi lainnya untuk memperkuat daya saing dengan lembaga keuangan lainnya. Selebihnya dia mengatakan untuk menciptakan koperasi yang tangguh diperlukan konsep tri sehat yakni sehat mental, sehat organisasi dan sehat usaha. Saat ini kata Rai Iswara di Kota Denpasar terdapat 592 Koperasi, dan hampir 90 persen tergolong koperasi dengan usaha danya hanya sekitar 10 persen yang perlu ditingkatkan manajemen pengelolaannya.