Menu

KELOLA KOPERASI DENGAN TAKSU

  • Senin, 10 September 2007
  • 702x Dilihat
KELOLA KOPERASI DENGAN TAKSU
Denpasar, Membangun koperasi agar bisa mandiri tidak saja dibutuhkan pengelolaan secara profesional, tetapi yang lebih penting bagaimana para pengurus dan anggota koperasi menciptakan taksu dan rasa jengah ditengah-tengah persaingan antar lembaga sejenis. Koperasi dalam pengembangannya tidak harus melepaskan diri dari hal-hal yang berkaitan dengan spiritual, selain ada unsur jengah dari diri sendiri. Penegasan ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, SE.M.Si dihadapan 30 peserta pendidikan dan pelatihan jati diri koperasi bagi pengelola koperasi, Senin (10/9) di Hotel Puri Kedaton. Lanjut Rai Mantra konsep taksu dan jengah yang mensti ditanamkan dalam pengelolaan koperasi memang juga diimbangi penguasaan Informasi Teknologi (IT). Penguasaan IT dalam usaha memperluas jaring pemasaran dan kontak langsung dengan para pengusaha di daerah lain. Apalagi saat ini akibat dari pesatnya perkembangan IT sudah saatnya pengelola koperasi melek akan pentingnya jaringan informasi. Disisi lain menurut Rai Mantra didampingi Kadis Koperasi PK dan M, Drs. A.A. Ngr. Rai Iswara, M.Si. pengelola koperasi hendaknya mampu menjalankan azaz business efeciency yakni mengupayakan keuntungan finansial untuk menghidupkan dirinya, selain juga harus mejalankan azaz efeciensy ekonomi. Untuk itu pengelola koperasi agar tidak mengorbankan kepentingan anggota sebagai pemilik sekaligus pelangan jasa usaha koperasi sehingga eksistensi koperasi tidak menjadi kabur. Rai Iswara menambahkan salah satu komponen pokok dalam upaya mempertahankan jati diri koperasi adalah berfungsinya peran anggota sebagai pemilik atau pemodal sekaligus pelangan. Dari 592 koperasi yang tersebar di Denpasar berbagai macam karakteristik merupakan ciri pembeda. Pihaknya dalam menghadapi karakteristik ini selalu berusaha menanamkan betapa pentingnya jati diri dalam pengembangan koperasi. Selain melaksanakan pelatihan selama lima hari, pihaknya juga mengharapkan agar di setiap koperasi perlu dilakukan pelatihan praktis dalam menunjang pengelolaan koperasi. Kegiatan semacam ini dilaksankan agar para pengelola mampu menjalankan usahanya secara kompotitif dengan tidak keluar dari koridor jati diri.