Menu

10M KREDIT TANPA AGUNAN SUDAH CAIR

  • Rabu, 08 Agustus 2007
  • 932x Dilihat
10M KREDIT TANPA AGUNAN SUDAH CAIR
DENPASAR- Kredit tanpa agunan (KTA ) yang digulirkan melalui SPKD oleh Pemerintah Kota Denpasar agar benar-benar menyentuh dan memberikan manfaat kepada pengusaha kecil . Demikian harapan Wakil Walikota Denpasar IB. Rai Mantra saat mengadakan evaluasi Kredit tanpa agunan dengan BPD ,PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo ) cabang Denpasar dan Instansi terkait bertempat diruang Praja madya kantor Walikota selasa ( 7/8 ) kemarin. Setelah Kredit tersebut cair untuk meminimalkan resiko Wakil Walikota minta kepada Tim Ekonomi kerakyatan untuk turun kelapangan memberikan bimbingan dan pembinaan “ Bimbingan ini sangat penting, agar kredit yang diberikan tidak macet karena salah sasaran dan masing –masing SKPD agar membuat program kegiatan pembinaan “ ujarnya. Dan juga Wawali meminta kepada para Camat dan Kepala Desa ikut memantau pelaku usaha yang telah mendapatkan KTA Kepala Dinas Koperasi Pengusaha kecil dan menengah Drs. A.A ngurah Rai Iswara mengungkapkan sampai saat ini jumlah pemohon yang mengajukan kredit tanpa agunan sudah mencapai 788 Orang ,namun baru bisa dipenuhi sebanyak 349 Orang dengan jumlah dana yang sudah terealisasi sebesar Rp. 10 Milyar “ Mengingat besarnya animo masyarakat untuk memperoleh KTA ini , maka kami sudah mengusulkan tambahan dana lewat anggaran perubahan 2007 sebesar 1,6 Milyar “ kata Rai Iswara. Kepala Cabang Utama Bank Pembangunan Daerah Denpasar I Gusti Putu Sugiarta ,SH mengungkapkan Kredit tanpa agunan ini mendapat sambutan luar biasa dan pihaknya mengaku kewalahan untuk melayani permohonan dari masyarakat . Menurut evaluasi yang dilakukan dimana ketaatan dari peminjam kredit tanpa agunan ini cukup baik dan lancar “ Sejak bulan april, kredit yang dicairkan belum ada peminjam yang menunggak alias tidak membayar dengan tingkat resiko pengembalian kredit sebesar 0,25 persen “ katanya. Dan dari kredit yang dicairkan lebih banyak didominasi pada sektor perdagangan .Pihaknya meminta yang dibantu tidak hanya untuk para pedagang saja tapi untuk sektor pertanian dan peternakan juga perlu mendapat perhatin. Terhadap hal tersebut Wakil Walikota sangat menyambut baik ,pihaknya sangat setuju bila kredit yang diberikan pada bidang yang lain “ Seolah –olah kredit ini hanya untuk UKM usaha dagang saja ,tapi sebenarnya usaha lainpun berhak untuk mendapatkan.Untuk itu saya minta Kepala Kantor Peternakan,Kadis pertanian dan Kelautan dan Kepala kantor tenaga kerja bisa menginformasinya kepada kelompok-kelompok binaannya “ Ujar Ketua HIMPI Bali ini.